Pandangan manusia modern saat ini yang memikirkan kembali ke alam dan ramah lingkungan, menjadi trend yang baik. Produk alami yang disorot antara lain makanan dan minuman. Susu, sebagai produk minuman alami memang hanya memerlukan sedikit proses dalam penyajiannya, terutama susu segar. Susu yang berkhasiat dan dilirik akhir-akhir ini di Indonesia adalah susu kambing etawa.
Susu kambing etawa dihasilkan oleh kambing khusus yaitu kambing perah etawa yang di datangkan dari India. Di India sendiri kambing ini bernama Jamnapari. Beberapa sumber dari sentra-sentra penghasil susu kambing etawa menyebutkan bahwa kambing jenis ini di datangkan sejak jaman penjajahan Belanda. Kambing etawa mampu menghasilkan susu kambing sebanyak 3 liter sehari. Agar lebih adaptif dengan lingkungan lokal di Indonesia, kambing etawa disilangkan dengan kambing lokal. Hasil persilangan kambing lokal dan kambing etawa ini disebut kambing Peranakan Etawa (PE) yang berukuran hampir sama dengan kambing etawa.
Berdasarkan beberapa penelitian, kandungan susu kambing etawa memiliki kelebihan daripada susu sapi dengan perincian :
- Memilki kalsium, 13% lebih banyak
- Memiliki vitamin B6, 25 persen lebih banyak
- Memiliki antioksidan dan selenium, 27 persen lebih banyak
- Memiliki vitamin A, 47 persen lebih banyak
- Memiliki Potasium 1,34 persen lebih banyak
- Memiliki niasin (vitamin B6) 3,5 persen lebih banyak
Kandungan lain yang membuat kasiat susu kambing etawa sangat populer yaitu :
Fluorin dan beta kasein yang cocok untuk penderita bronchitis, asma, TBC dan Pneumonia. Kalium yang sangat berguna untuk menstabilkan tekanan darah sehingga baik bagi penderita tekanan darah tinggi maupun tekanan darah rendah. Sifat susu kambing etawa antara lain bersifat alkali, proteinnya lembut, efek laktase ringan sehingga tidak membuat diare bagi yang alergi dengan laktosa, lemak bertekstur lembut, halus dan kecil sehingga mudah dicerna.
Dengan berbagai kandungan dan sifat dari susu kambing, maka khasiat susu kambing etawa diantaranya adalah :
- Membantu menetralkan saluran pencernaan, seperti kelebihan asam lambung (kembung), maag akut.
- Membantu mengatasi alergi pada kulit.
- Membantu dalam terapi pengobatan asam urat.
- Menambah vitalitas dan daya tahan tubuh bagi pria maupun wanita sehingga tidak mudah lelah.
- Membantu menguatkan tulang, gigi terutama bagi yang masih dalam masa pertumbuhan. Sedangkan bagi yang sudah dewasa, membantu mencegah osteoporosis/ perapuhan tulang.
- Memulihkan kondisi tubuh bagi yang baru sembuh dari sakit.
- Membantu melawan kanker.
- Membantu memulihkan pasien yang mengalami kerusakan ginjal.
Manfaat kambing etawa tentu saja tidak hanya susu. Daging kambing etawa tentunya dapat disantap dengan lezat. Tentunya bila akan mengkonsumsi daging kambing etawa kita harus memilih bahwa kambing tersebut bukan kambing yang produktif baik dari segi menghasilkan bibit kambing, juga dari segi menghasilkan susu kambing. Beternak kambing etawa dalam jumlah besar sangat baik bila dilihat dari jangka waktu dan rencana yang ada.
I. Jangka waktu pendek: Pupuk
Jika belum menghasilkan susu, tentu saja kambing menghasilkan kotoran kambing baik yang cair maupun yang padat. Kotoran kambing tentu saja memiliki nilai ekonomis. bila diolah menjadi pupuk kandang maksimal 3 bulan sudah dapat dijual, bahkan kotoran yang berupa cairan dapat langsung di jual.
II. Jangka menengah : Susu
Disamping mendapat penghasilan dari tahap sebelumnya, peternak kambing etawa tidak di sangkal lagi, memelihara kambing etawa untuk diperoleh susunya.
III.Jangka panjang : daging dan pembibitan
Setelah mendapatkan penghasilan dari 2 tahap sebelumnya sekarang ternak yang tidak produktif dapat dijual, untuk diambil dagingnya. Dan bila jumlah kambing etawa sudah banyak, dan peternak kewalahan dalam memeliharanya tentu saja dapat dijual sebagi bibit bagi peternak atau calon peternak kambing etawa lainnya.
IV. Jangka panjang dengan modal besar : menghasilkan energi
Dengan penghasilan yang masih berjalan dari 3 tahap sebelumnya, peternak dapat menghasilkan energi ramah lingkungan. Kotoran kambing yang dikumpulkan dengan jumlah yang banyak dapat diolah menjadi energi gas atau biogas. Gas yang dihasilkan dapat untuk memasak maupun sebagai bahan bakar penggerak generator yang menghasilkan listrik. Karena membutuhkan modal, dan jumlah yang cukup banyak, biasanya dilakukan secara gotong royong beberapa peternak kambing etawa yang berdekatan ataupun koperasi peternak kambing etawa.





